
Laboratorium Psikodiagnostik merupakan institusi di bawah naungan Fakultas Psikologi UIN Malang yang berfokus pada pengembangan instrumen asesmen psikologis. Laboratorium ini memegang peranan penting dalam memfasilitasi kegiatan praktikum, penelitian, serta mengoordinasikan edukasi psikodiagnostik secara akademis.
Selama periode Juli 2021 hingga Juli 2022, saya berkesempatan untuk mendalami praktik psikologi terapan melalui program magang di institusi ini. Tidak sekadar menjadi peserta magang, saya dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Asisten Laboratorium.
Manajemen Operasional
Dalam peran manajerial tersebut, saya memimpin 14 rekan asisten laboratorium dan bertanggung jawab secara langsung kepada Laboran dan Kepala Laboratorium. Tanggung jawab saya mencakup pengelolaan operasional laboratorium secara menyeluruh, mulai dari pendampingan pembelajaran penggunaan alat tes di kelas, pelaksanaan praktikum mahasiswa, pengelolaan kegiatan psikotes internal kampus, hingga manajemen inventori alat tes psikologi untuk memastikan seluruh instrumen selalu dalam keadaan siap dan terstandar.
Jam Terbang & Layanan Eksternal
Pengalaman di laboratorium ini tidak hanya berkutat pada administrasi internal, tetapi menuntut saya untuk terjun langsung ke lapangan sebagai praktisi. Saya bertanggung jawab dalam mengadministrasikan lebih dari 20 instrumen tes psikologi, seperti IST, CFIT, RMIB, Kraepelin, DISC, MSDT, HTP, dan sebagainya.
Selain memfasilitasi kebutuhan internal kampus, jangkauan layanan kami juga merambah ke berbagai institusi eksternal. Saya bertugas sebagai penguji (tester) tes psikologi di 12 institusi pendidikan dan organisasi lintas daerah, di antaranya: MTsN 1 Kediri, MAN 1 dan MAN 3 Jembrana (Bali), MAN 1 Bojonegoro, dan Poltekkes Kemenkes Malang (Polkesma).
Secara keseluruhan, selama masa magang ini, saya telah melakukan scoring, interpretasi, dan menyusun laporan hasil asesmen psikologis lebih dari 481 individu.
Kesimpulan
Mengelola operasional laboratorium sekaligus terjun langsung menangani puluhan klien eksternal memberikan pembelajaran yang luar biasa bagi saya. Pengalaman ini memperluas perspektif saya dari yang awalnya sekadar memahami teori perilaku di kelas, menjadi mahir dalam mengeksekusi layanan psikotes secara real di lapangan.
Lebih dari itu, pengalaman ini secara signifikan memperkuat pemahaman fundamental saya mengenai asesmen potensi, pemetaan kompetensi, serta evaluasi karakteristik individu. Rangkaian kompetensi teknis dan kepemimpinan yang saya asah di Laboratorium Psikodiagnostik inilah yang kini menjadi fondasi terkuat saya dalam mendukung inisiatif pengembangan Sumber Daya Manusia di dunia kerja profesional.